
Ini hari pertama aku menulis untuk mengisi kekosongan website baru yang di buat suamiku tercinta kemarin. Lumayan, aktivitas baru ditengah kesibukanku sebagai ibu rumah tangga, ga bagus…tapi ga jelek-jelek amat sih! maklum baru belajar!
Bersama anakku yang cantik ini, aku mencoba menggerakan jemariku di atas keyboard sambil memutar otak…he2… mikirin apa ya, yang bagus ku tulis untuk tulisan pertamaku. Inilah jadinya, kalo duduk di depan komputer dengan anakku yang baru berusia 16 bulan. Boro-boro bisa konsen, yang ada malah rebutan mouse dan ikut-ikutan pijit keyboard! tulisanya ga jadi-jadi deh…..!
Suatu hari, Abdullah bin Umar dan sahabatnya pergi ke pasar untuk membeli barang yang diperlukan. Tiba di pasar, mereka mencari tempat untuk makan. ketika itu, lewat di depan mereka seorang anak kecil pengembala kambing. Kemudian, Abdullah memanggil anak gembala itu untuk makan bersama mereka. ” Terima kasih, Tuan. Tetapi, maaf saya sedang puasa,” jawab anak gembala itu. Abdullah bin Umar memandang anak gembala itu dengan kagum.” Di hari yang panas seperti ini kamu berpuasa sambil mengembala kambing,” kata Abdullah bin umar. “Tuan, api neraka itu lebih panas lagi,” jawab anak itu. ” Kamu benar!” kata Abdullah bin Umar. Kemudian, Abdullah bin Umar meminta anak itu untuk menjual satu ekor dari kambing gembalanya. “Maaf, Tuan…kambing-kambing ini bukan milik saya,” jawab anak itu. Abdullah bin Umar semakin kagum. Ia ingin menguji sifat amanah dan keimanan anak gembala tersebut. ” Kamu bisa menjual satu dari kambing itu. Lalu, uangnya bisa kamu belikan apa saja yang kamu butuhkan,” rayu Abdullah bin Umar. ” Kalau majikanmu bertanya, bilang saja di makan serigala. Bagaimana setuju?” tanya Abdullah bin Umar. Read the rest of this entry »