Komunikasi bayi memang telah dilakukan sejak 12 bulan pertama kehidupan, yang merupakan masa penting bagi perkembangan bicara. Karena itu, pada masa-masa ini, seorang ibu selayaknya memerhatikan dengan teliti apakah perkembangan bicara anaknya termasuk normal atau tidak, sehingga bila ada gangguan, dapat terdeteksi pada tahap dini.
Bahasa-bahasa bayi
Bahasa digunakan dalam rangka pertukaran informasi, di mana di dalamnya terkandung simbol-simbol tertentu yang bisa dilihat.
Bahasa bayi dan perkembangannya dapat dilihat seperti di bawah ini:
- Bahasa reseptif (masa preverbal).bahasa ini dimulai dari tangisan pertama sampai bayi dapat melontarkan kata pertama. Bayi memproduksi bahasa prelinguistik yang biasanya sesuai dengan pengasuhnya. Bahasa yang semula dikeluarkan adalah cooing atau suara seperti “vokal” tertentu (seperti “au” atau “u”). Tahap ini biasanya terdengar pada saat bayi berusia 4-6 minggu.
- Bahasa ekspresif (masa verbal).bahasa ini menunjukkan kemampuan bayi untuk mengeluarkan kata-kata yang berarti, seperti kata “mama” atau “papa” dan biasanya terdengar saat bayi berusia 12-18 bulan.
Bahasa visual (dimulai beberapa minggu setelah kelahiran bayi).
Selain kedua bahasa di atas, ada lagi yang disebut bahasa visual. Bahasa ini merupakan bahasa yang dapat dilihat melalui perubahan sikap tubuh atau ekspresi wajah bayi, baik itu dalam keadaan gembira, sedih, marah, ataupun berbagai emosi lainnya. Bahasa visual yang dapat dilihat pada seorang bayi antara lain:
- Senyum sosial, terjadi pada saat bayi berusia 4-6 minggu.
- Bayi mulai memerhatikan orang dewasa yang sedang bicara dan ketika orang dewasa tersebut berhenti bicara, bayi akan mengeluarkan suara. lagi. Ini merupakan dasar adanya interaksi pada seorang anak, yang merupakan awal tahapan bicara. Hal ini terjadi pada saat bayi berusia 2-3 bulan.
- Bayi terlihat mencari sumber suara bila ada yang mengajaknya bicara, saat ia berusia 4-5 bulan.
- Bayi menikmati permainan seperti “ciluk ba”, saat ia berusia 6-7 bulan.
- Bayi mulai menggunakan tangannya untuk melakukan kegiatan sederhana seperti “melambaikan tangan” sebagai ekspresi interaksi sosial, pada saat ia berusia 9 bulan.
- Bayi memperlihatkan keinginannya pada suatu obyek dengan meraih atau menangis bila tidak mendapatkannya. Hal ini terjadi pada usia 9-12 bulan.
- Bayi mulai menggunakan jarinya untuk menunjuk benda-benda yang diinginkan, ketika usianya mencapai 12 bulan.
Sungguh ajaib dan begitu indah melihat dan mendengar komunikasi yang ditunjukkan oleh bayi mungil Anda. Sudah selayaknya bila orangtua memiliki pengetahuan tentang kecakapan bayi berkomunikasi sejak dini supaya dapat memahami apa yang ingin disampaikan buah hatinya. Selain itu, jika ternyata perkembangannya tak sesuai dengan apa yang ditemukan para ahli, maka Anda dapat segera berkonsultasi ke dokter perkembangan anak untuk menanganinya.
Apa saja yang bisa dilakukan orang tua agar bisa menikmati indahnya bahasa bayi?
Interpretasi ini penting, supaya Anda dapat melihat dan belajar dari pengalaman sebelumnya bersama bayi Anda, dan dengan demikian, baik ibu maupun anak akan berkomunikasi dengan lebih baik.
Yang perlu diingat dalam mengartikan komunikasi si kecil adalah bahwa bayi bereaksi lebih lambat ketimbang orang dewasa. Maka itu, sebagai orangtua kita harus bersabar, dan mempelajari dari berbagai kejadian.
Ada dua hal yang terjadi ketika Anda mempelajari komunikasi bayi yaitu: Pertama, bayi akan memperoleh pengalaman bahwa seseorang menaruh minat pada perasaannya. Kedua, dengan mendengar dari waktu ke waktu, Anda akhirnya akan dapat mengerti apa yang ingin disampaikan bayi Anda.
Agar perkembangan komunikasi ibu-bayi ini lancar, inilah yang dapat Anda lakukan:
- Merespons tangisan bayi. Bayi juga belajar berkomunikasi lewat tangisannya. Pada tahun pertama bayi, menangis adalah sistem komunikasinya yang paling utama. Bila orangtua merespons tangisannya, bayi Anda akan belajar bahwa ia didengarkan dan bahwa dunia ini adalah tempat yang aman karena kebutuhannya terpenuhi.
- Ajak bayi berbicara. Walaupun bayi belum mengerti bahasa kita, namun dengan seringnya Anda berbicara, maka perlahan-lahan ia akan tahu bahwa ia diajak berkomunikasi. Perhatikan bahwa ketika ia terdiam setelah mengoceh, ia akan menunggu gilirannya kembali untuk ‘berbicara’. saat ia terdiam, ia akan mendengarkan Anda berbicara, dan begitu seterusnya. Dengan begitu, bukan cuma Anda yang belajar merespons, tapi bayi pun belajar.
- Bicaralah tentang apa yang sedang Anda lakukan bersamanya. Memang kesannya menggelikan, tapi bayi membutuhkan pengalaman yang berulang dalam mendengar dan mencoba memahami bahasa kita. Misalnya, sebelum Anda menggendongnya, bentangkan tangan di dekat bayi dan katakan, “Mama sekarang mau gendong kamu, Sayang.” Dengan cara ini, bayi akan belajar bahasa lewat pengalaman. Atau, sambil mengganti popoknya, Anda juga bisa bilang, “Ini popok yang kering. Mama angkat dulu pantatmu supaya popoknya bisa dipakai.” Cara ini tak hanya membantu bayi mengerti bahasa, tapi juha membantunya memperkirakan apa yang akan terjadi dan membuatnya lebih berpartisipasi dalam suatu proses kegiatan.
- Ceritakan juga apa saja yang sedang Anda lakukan di kamar. Selain menggambarkan dengan kata-kata apa saja yang Anda lakukan bersama bayi, semua kegiatan Anda di sekeliling bayi pun dapat disampaikan. Maksunya, selain ia akan mempelajari bahasa, ia juga akan belajar mengenali sekelilingnya. Gambaran kata-kata ini contohnya adalah: “Mama ambil selimutmu dulu ya, dari lemari. Selimut yang lama mau dicuci.” Atau, “Sebelum kita jalan-jalan ke taman, Mama ganti baju dulu. Baru nanti Mama ganti bajumu.”
- Bernyanyi atau membacakan cerita. Lagu dan cerita sangat penting dalam mempelajari bahasa. Karena sering diulang-ulang, bayi mempunyai kesempatan untuk mempelajarinya dari waktu ke waktu. Lagu, menjentikkan jari, maupun kegiatan aktif lainnya, dapat mengajarkan bayi bahasa yang menyangkut gerakan fisik. Misalnya, lagu yang menyuruh bertepuk tangan akan membuatnya terbiasa mengangkat tangan dan bertepuk bila Anda mulai menyanyikannya. Sedangkan cerita, terutama yang bergambar, juga membuat bayi Anda cepat belajar.
- Tentu saja, semua kegiatan di atas tidak akan serta-merta membuat bayi Anda langsung dapat berkomunikasi dengan cepat. Lagi pula, dalam ‘berbicara’, ia masih akan menggunakan bahasanya sendiri. Namun, setelah Anda dan dia saling mempelajari bahasa masing-masing, Anda pasti senang karena menyadari, betapa indahnya bahasa bayi Anda!
- Memberikan ASI ( Laktasi ) dan Pencegahan Kehamilan
- Makanan yang Baik dalam Mempersiapkan Kehamilan
- Cara Memandikan Bayi
- Untung Rugi Melahirkan Di Dalam Air
- Tentang BH

