Alkisah pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang sangat makmur dan bijaksana. Semua rakyatnya sangat menghormati dan mencintai raja tersebut. Karena kearifan dan kebaikan hati sang raja, maka ia dikaruniai dua orang putri yang cantik jelita, putri pertamanya diberinya nama Putri Galuh. Rambutnya terurai panjang dan indah, kulitnya kuning langsat dan aroma tubuhnya selalu harum, matanya lentik dan tatapannya tajam. Ia merasa sangat dimanja dan disayang oleh kedua orang tuanya, sampai suatu saat putri kedua sang raja lahir.Archive for the "Dongeng Anak" Category
Alkisah pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang sangat makmur dan bijaksana. Semua rakyatnya sangat menghormati dan mencintai raja tersebut. Karena kearifan dan kebaikan hati sang raja, maka ia dikaruniai dua orang putri yang cantik jelita, putri pertamanya diberinya nama Putri Galuh. Rambutnya terurai panjang dan indah, kulitnya kuning langsat dan aroma tubuhnya selalu harum, matanya lentik dan tatapannya tajam. Ia merasa sangat dimanja dan disayang oleh kedua orang tuanya, sampai suatu saat putri kedua sang raja lahir.
Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang petani miskin yang bernama Harun, sehari-harinya ia hanya ditemani oleh istri tercintanya yang bernama Aisah. Desa mereka bernama Desa Bumi Asri. Mereka hidup sangat prihatin, mereka tinggal di sebuah gubuk yang yang terbuat dari bambu. Atap rumah mereka pun sudah banyak yang bocor sehingga kalau malam tiba angin bertiup masuk melalui celah – celah atap membuat mereka menggigil kedinginan. Dan kalau hujan deras datang , air hujan akan masuk kedalam rumah mereka, membuat mereka tidak dapat tidur karena tidak ada lagi tersisa tempat yang nyaman bagi mereka tidur. Tapi karena ia seorang yang jujur, sekalipun hidup miskin mereka hidup bahagia.
Rumah kecil mereka mempunyai halaman yang sempit, yang sengaja mereka sisakan untuk ditanami bermacam tanaman obat dan sayuran yang biasanya mereka perlukan, juga terdapat sebuah kandang untuk seekor angsa peliharaan mereka. Angsa itu merupakan satu-satunya yang berharga bagi mereka, jadi angsa itu sangat mereka sayangi. Angsa itu mereka beri nama Si Putih, karena bulunya yang putih bercahaya. Read the rest of this entry »

