• Setelah beberapa bulan rehat sejenak dari aktivitas pasca melahirkan anak kedua, hari ini saya mulai kembali pada rutinitas sehari-hari yang biasa saya lakukan seperti mengurus rumah, mengisi aktivitas anak juga suami tercinta. Tapi untuk memulai aktivitas itu, bangun pagi ternyata sangatlah sulit, apalagi setelah semalaman kurang tidur karena menjaga si kecil yang berusia baru beberapa bulan. Perlu ekstra kerja keras untuk bisa bangun pagi, meski sebenarnya ada hal menyenangkan menjadi ibu yang menjadi penawar rasa ngantuk itu. Berikut beberapa yang mungkin bisa dijadikan rekomendasi bagi yang sulit bangun pagi seperti saya.

    1. Jangan minum kopi, wine, dan cokelat

    Supaya bisa bangun pagi, kalian memerlukan tidur yang berkualitas. Menjaga agar pikiran dan perasaan tenang sebelum berangkat memulai aktivitas. Secara ilmiah terbukti bahwa minuman kopi, wine, dan cokelat punya pengaruh tidak baik terhadap usus, yang membuat kalian akan terbangun di tengah tidur dan membuat tidur tidak nyenyak.
    2. Pergi tidur dengan hati tenang

    Banyak orang tua menyarankan agar tidak membawa masalah ke tempat tidur. Saran ini baik, karena kalau kalian punya masalah pikiran dan hati kalian dalam keadaan buruk. Jika mood kalian jelek, tidur pun tidak nyenyak yang akan terbawa hingga bangun pagi. Coba pikirkan hal-hal menyenangkan pada esok hari atau mungkin berhayal bisa mengunjungi 10 pulau dengan pantai terbaik di Asia.
    3. Tenangkan pikiran

    Bagaimana caranya menenangkan pikiran sebelum tidur? Berdoa, meditasi, mengeluarkan unek-unek di buku harian, sangat berguna membuat pikiran tenang. Coba keluarkan kecemasan kalian. Read more…

  • Tak sedikit pasangan suami-istri yang harus menanti bertahun-tahun dengan beragam usaha untuk bisa punya anak. Itu pun belum tentu ada hasilnya. Apa saja sebetulnya penyebab ketidaksuburan? Apa yang sebaiknya dilakukan agar cepat dapat momongan?

    Patokan Setahun

    Kasus-kasus tersebut menurut Dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, merupakan pertanda ketidaksuburan. Spesialis kandungan dan kebidanan dari Klinik Pasutri Tebet, Jakarta Selatan, ini menegaskan bahwa pasangan yang selama setahun setelah perkawinan tidak juga dikaruniai keturunan, jika melakukan hubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi, dianggap mengalami ketidaksuburan.

    Pandangan Dr. Boyke itu sama dengan pendapat Prof. DR Dr. Wimpie Pangkahila Sp And dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tentang infertilitas seperti yang selalu dikemukakannya melalui rubrik seksologi. Sementara Prof. Dr. Arjatmo Tjokronegoro. Sp.And. Ph.D, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mendefinisikan infertilitas sebagai ketidakmampuan pasangan suami istri mendapatkan keturunan, setelah dua tahun menikah dengan hubungan seksual teratur tanpa upaya mencegah kehamilan.

    Kesulitan mendapat anak seringkali ditimpakan kepada pihak wanita sebagai kambing hitam. Istri dinilai tidak subur, sehingga tidak bisa cepat hamil. Pemahaman seperti ini membuat wanita diharuskan menjalani terapi ini-itu, sementara sang suami ogah diperiksa. Padahal, baik suami maupun istri memiliki peluang sama dalam menimbulkan kejadian ini. Read more…

  • Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi tren persalinan. Banyak yang merasakan manfaatnya. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan. Seperti dikutip dari Modernmom.com, beberapa penelitian bahkan mengklaim bahwa metode melahirkan dalam air juga bermanfaat bagi bayi yang akan dilahirkan.

    Berdasar laporan Waterbirth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit akan mempertahankan suhu yang tepat.

    Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui keuntungan dan kerugian tentang water birth.

    Manfaat

    Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi.

    Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir. Read more…

  • Biasanya Ibu yang memberikan ASI (lakstasi) akan mengalami keterlambatan untuk kembali mendapatkan menstruasinya.

    Metode LAM – The lactational amenorrhea method (LAM) adalah salah satu teknik Kontrasepsi atau KB alamiah yang didasarkan pada Ibu memberikan ASI ekslusif akan menyebabkan tidak mendapatkan menstruasi.

    Penelitian menyatakan bahwa wanita yang memberikan bayinya ASI secara ekslusif dan belum mendapatkan menstruasinya maka biasanya tidak akan mengalami kehamilan selama masa 6 bulan setelah melahirkan. Read more…