Posts Tagged "Rumah Tangga"

Sifat Menjengkelkan Suami

Posted by: Asri Mulyaniin Rumah Tangga in Rumah Tangga
8
Mar

Bagi Anda para calon istri yang akan segera melepas masa lajangnya  sebelum Anda menikah, ketahui terlebih dahulu sikap menjengkelkan para suami agar kelak Anda tahu bagaimana cara mengatasinya saat berumah tangga nanti. Jika saat berpacaran Anda lebih banyak tersenyum dan tersipu, bersiaplah menghadapi sikap suami yang menjengkelkan dan kerap membuat Anda marah. Sebaiknya Anda lekas sadar bahwa Pernikahan bukan bagaikan dongeng happily ever after, banyak kerikil tajam yang akan membuat kaki Anda tertusuk dan menghambat jalan Anda.

Selama ini Anda mengira keadaan akan baik-baik saja dan bahkan lebih baik saat Anda dan si dia menikah. Ternyata setelah Anda menjalaninya, banyak hal yang membuat Anda shock dan jengkel.

Malas bangun tidur

Dulu sih waktu masih acara PDKT ia berusaha bangun pagi hari dan mengantarkan Anda beraktivitas. Wajahnya terlihat berseri-seri dan semangatnya terpancar melalui wajahnya. Tetapi setelah menikah, ia lebih sibuk dengan selimut dan bantalnya.

“Aduh sayang nanggung nih, aku ngantuk banget. Please kamu ngerti aku ya…” begitulah katanya saat Anda membangunkan si dia di pagi hari untuk mengantar Anda berbelanja. Kok beda dengan yang dulu ya?

Hadapilah bahwa kenyataan ini terjadi hampir di semua rumah tangga, dan ini adalah wajar! Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Mulailah dari Keluarga

Posted by: Asri Mulyaniin Rumah Tangga in Rumah Tangga
6
Mar

Anda tidak akan bisa menghargai apa yang bakal Anda miliki bila Anda belum bisa menghargai apa yang sudah Anda punyai saat ini. Apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut? Mungkin Anda akan manggut-manggut tanda setuju.

Namun kenyataannya, banyak dari kita kerap terjebak dan terpesona pada ‘fokus yang salah’. Kita kerap kali lebih menghargai dan menaruh perhatian pada apa yang belum dimiliki, yang kita dambakan, ketimbang pada apa yang sudah ada di tangan kita.

Sebut saja misalnya, seseorang yang sedang jatuh cinta. Ia terkadang bisa sampai lupa diri, sehingga melupakan keluarga dan teman-temannya. Seluruh perhatian dan pengorbanan seolah tertuju hanya untuk si dia seorang. Hanya doi yang terlihat penting di mata, makanya sampai muncul istilah dunia seolah milik berdua.

Semua orang seolah jadi tidak sepenting doi. Bahkan tak jarang keluarga sendiri dilupakan, ditinggalkan, atau dibenci hanya gara-gara doi.Lalu sekarang pertanyaannya, mengapa terkadang kita lebih bisa mengasihi ‘orang luar’ dibanding ‘orang dalam’ alias keluarga sendiri? Mengapa kita jadi terseret untuk lebih menghargai doi daripada keluarga atau teman sendiri? Sebabnya hanya satu, yaitu karena kita belum benar-benar mengenal karakter doi dan ‘orang luar’ itu seperti apa. Read the rest of this entry »

Tags: , ,